Program Pengendalian Banjir

Permasalahan utama yang perlu diatasi dalam urusan pekerjaan umum adalah terjadinya rob dan banjir di wilayah Kota Semarang. Penanganan rob dan banjir merupakan permasalahan yang sangat kompleks. Oleh karena itu, diperlukan adanya kesabaran, keuletan dan koordinasi serta kerjasama yang solid di antara seluruh pemangku kepentingan dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Berbagai upaya jangka menengah telah dilakukan antaranya:

Sistem Drainase Semarang Tengah (dari Banjir Kanal Barat s/d Banjir Kanal Timur melalui pembangunan Waduk Jatibarang yang meliputi 3 paket proyek pembangunan  terdiri :

  1. Normalisasi Kaligarang dan Banjirkanal Barat diselesaikan Tahun 2013,
  2. Pembangunan Waduk Jatibarang diselesaikan Tahun 2014
  3. Pengelolaan drainase perkotaan yang meliputi Kali Semarang, Kali Asin dan Kali Baru (Kolam Retensi K Semarang) diselesaikan Tahun 2013.
  4. Pembangunan polder banger diselesaikan Tahun 2012

Sistem Drainase Semarang Timur terdiri :

  1. Normalisasi K Tenggang diselesaikan Tahun 2015

Sistem Drainase Mangkang terdri dari : 

  1. Penyiapan lahan (pembebasan Lahan ) K Bringin yang telah lama terkatung- katung untuk dapat dilakukan Pembangunan Fisik K. Bringin.

Kesemua proyek tersebut dijadikan unggulan prioritas yang akan selalu ditangani secara intens dan berkelanjutan.

Di samping itu, penanganan rob dan banjir juga dilakukan melalui optimalisasi rumah pompa yang ada, menyusun kelembagaan pengelolaan polder, pengerukan saluran-saluran air, serta pembersihan polder Tawang melalui karya bhakti terpadu yang melibatkan semua unsur masyarakat dibantu TNI. Dari sisi pembinaan dan pengawasan bersama akan fungsi saluran dengan Dinas Terkait dilibatkan pula kesadaran masyarakat dalam hal operasional saluran seperti Pembongkaran Penyambungan Jalan Masuk yang menganggu aliran air dan pemeliharaan saluran. (ex Jl Kakap dan Gondomono) serta Kegiatan Resik Resik kali pada setiap hari minggu

Secara drainase Kota Semarang dengan luas 37.300 hektar telah dengan kondisi genangan banjir seluas 8.773 ha dan kawasan Rob seluas 3.400 ha baru terlayani dengan pompa pengendali banjir seluas 3.117 ha dengan kecenderungan luas genangan yang makin bertambah tiap tahun akibat penurunan tanah di daerah Semarang bagian bawah. Dalam periode awal 2010- 2011 upaya yang dilakukan adalah :

  1. Penanganan Rob di Fokuskan di Jl. Mpu Tantular, Kaw. Johar, GKN, Kota lama, Jl. Citarum, Jl. Ronggowarsito dan Kawasan Bandarharjo. Dengan optimalisasi Pompa Banjir di Kawasan tersebut, Penutupan bocoran Air di Pintu Air dan Talud parapet.
  2. Penanganan Rob pada saat puncak rob dengan Optimalisasi Pompa :
    a. Pompa Lanal dengan Luas Genangan ± 99 ha di Jl Mpu Tantular,
    b. Pompa Kalibaru dengan luas Genangan ± 110 ha di Kota Lama , Bubakan, Jl Agus Salim
    c. Pompa Johar & Kol Sugiono luas genangan ±  95 ha di Kaw. Hohar, Jl. Kol Sugiono, Jl. Imam Bonjol
    d. Pompa Buludrain luas Genangan ± 75 ha di Perum Tanah Mas, Jl. Gondomono
  3. Operasionalisasi Saluran dengan Pengerukan Sedimentasi di Jl. Kakap, Layur, Kuningan, Gondomono, Jl Citarum,  Singosari, Gondomono, Jl Kokrosono, Buludrain,  Bangkong, Majapahit, Jl. Mangkang, Jl Yos Sudarso, Siphon Sal. Kartini, kali Asin, K Semarang (berok). 

Dengan Hasil  yang dicapai :

No

Uraian

Sebelumnya

Sesudah

1

Lama maksimal genangan banjir dan rob rata- rata setelah hujan

45

menit

35

menit

2

Kapasitas/fungsi darinase (luas areal genangan rob)

3.300

Ha

2.920

Ha

3

Kapasitas pengendali banjir dengan pompa dan polder

13.525

Ltr/detik

14.900

Ltr/detik

 

Polling

Apakah penting adanya website PSDA Semarang?


Results

psda_smg

Statistik Website


image
Ir. Nugroho Joko Purwanto, MT
Kepala Dinas PSDA & ESDM
Kota Semarang